Apa sih indigo itu? Indigo adalah fenomena baru kehidupan manusia yang memiliki ketajaman indra keenam. Mereka menjadi perhatian serius karena jumlah mereka semakin hari semakin banyak.
Anak-anak indigo memang sering dianggap aneh. Mereka suka berbicara sendiri, dapat melihat masa lalu dan masa depan serta cenderung lebih matang dari usianya. Kecerdasan anak-anak indigo juga di atas rata-rata dan mereka mampu melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah mereka pelajari sebelumnya. Karena sering bicara sendiri, banyak orangtua anak indigo menyangka anak mereka menyandang autisme atau hiperaktif.
”Tapi para orangtua tidak perlu takut. Dengan bimbingan yang tepat, anak indigo bisa hidup normal di masyarakat. Mereka muncul serentak menjelang tahun 2000,” ungkap dr Tb Erwin Kusuma, psikiater yang aktif meneliti anak-anak dengan kemampuan khusus ini dalam program Kick Andy di Metro TV.
Annisa Rania Putri misalnya. Bocah berusia lima tahun ini memiliki kemampuan lebih dari anak seusianya. Meski Annisa terlahir dan dibesarkan di Indonesia, dia mampu berbicara bahasa Inggris dengan dialek Amerika Serikat sejak mulai berbicara. Padahal, orangtuanya tidak memiliki kemampuan bahasa Inggris cukup baik.
Selain kemampuannya berbahasa asing, dia mampu mengingat hal yang mustahil diingat manusia, seperti bagaimana dirinya dilahirkan. Annisa menganggap kemampuannya sebagai keajaiban dari Tuhan.
Ario Handyojati lain lagi. Anak indigo berusia 12 tahun ini mengaku sebelum lahir kembali, dia dulu adalah prajurit perang RRC. Karena itu, walau tidak pernah diajari, Jati mampu menulis aksara RRC kuno. Bahkan ketika neneknya akan meninggal, Jati sudah lebih dulu tahu.
Lain cerita tentang Vincent Liong. Mahasiswa fakultas psikologi sebuah universitas swasta ini sejak duduk di bangku kelas dua sekolah menengah umum, telah dikarunia kecerdasan filosofis yang tinggi. Vincent juga menulis artikel psikologi dan spiritual dalam sudut pandang tak biasa sejak sekolah dasar. Bukunya ini diluncurkan oleh penerbit terkemuka dan dikagumi banyak kalangan. Bahkan, tulisannya pernah dimuat di halaman pembuka buku dari sastrawan terkemuka Indonesia, Pramudya Ananta Toer. Dua karangan filosofis lainnya juga siap beredar. Namun ia tidak suka disebut anak indigo. “Kebetulan saja saya punya ciri-ciri indigo,” ujar Vincent yang tampil di Kick Andy.
Kini ia tengah serius menguraikan rumus yang diberi nama Dekon Kompatologi. Sebuah rumus yang mengurai elemen-elemen di dalam tubuh manusia untuk kemudian didekonstruksi. Gunanya? Antara lain untuk menyembuhkan penyakit dan membuat kualitas hidup lebih baik.
Sejarah Indigo
Banyak istilah yang dipakai untuk menyebut fenomena anak indigo. Di Rusia, para ilmuwan menyebutnya sebagai spesies manusia baru. Dalam majalah Journal Trust Rusia pada 8 Desember 2005 lalu melaporkan, beberapa ilmuwan Rusia meyakini bahwa di atas bumi saat ini telah muncul suatu spesies “manusia baru” yang disebutnya sebagai “Bocah Biru”.
Menengok catatan dari sejumlah literatur, istilah “indigo” berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu. Istilah “anak indigo” atau indigo child juga merupakan istilah baru yang ditemukan konselor terkemuka di AS, Nancy Ann Tappe.
Pada pertengahan tahun 1970-an Nancy meneliti warna aura manusia dan memetakan artinya untuk menandai kepribadiannya. Tahun 1982 ia menulis buku Understanding Your Life Through Color. Penelitian lanjutan untuk mengelompokkan pola dasar perangai manusia melalui warna aura, mendapat dukungan psikiater Dr McGreggor di San Diego University.
Dalam klasifikasi yang baru itu Nancy membahas warna nila yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah 1980. Warna itu bisa dilihat dengan foto kirlian atau dengan alat generasi baru sejenis seperti video aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun pada deretan vertikal cakra (dari bawah ke atas), dalam bahasa Sansekerta disebut Cakra Ajna, yang terletak di dahi, di antara dua mata.
Ciri Anak Indigo
Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Alhasil, anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indra keenam yang sangat tajam.
Virtue (dalam Carrol dan Tober, 1999) menyatakan bahwa anak indigo memiliki kecerdasan yang tinggi, namun dengan kreativitas yang terhambat. Berikut ciri-ciri anak berbakat yang indigo:
* lMemiliki sensitivitas tinggi
* Memiliki energi berlebihan untuk mewujudkan rasa ingin tahunya yang berlebih-lebihan
* Mudah sekali bosan
* Menentang otoritas bila tidak ber-orientasi demokratis
* Memiliki gaya belajar tertentu
* Mudah frustrasi karena banyak ide, namun kurang sumber yang dapat membimbingnya
* Suka bereksplorasi
* Tidak dapat duduk diam kecuali pada objek yang menjadi minatnya
* Sangat mudah merasa jatuh kasihan pada orang lain
* Mudah menyerah dan terhambat belajar jika di awal kehidupannya mengalami kegagalan.
Menangani Anak-anak Indigo
Orangtua anak indigo mau tidak mau sering bentrok dengan anak. Hal ini karena anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak, di samping keterbatasan kemampuan dan pemahaman orangtua tentang anaknya. Ketidakmengertian orangtua membuat toleransi orangtua menjadi rendah dan ini malah memperburuk hubungan anak dengan orangtua.
Tips mengasuh anak berciri indigo:
1. Hargai keunikan anak.
2. Hindari kritikan negatif.
3. Jangan pernah mengecilkan anak.
4. Berikan rasa aman, nyaman dan dukungan.
5. Bantu anak untuk berdisiplin.
6. Berikan mereka kebebasan pilihan tentang apapun.
7. Bebaskan anak memilih bidang kegiatan yang menjadi minatnya, karena pada umumnya mereka tidak ingin jadi pengekor.
8. Menjelaskan sejelas-jelasnya (masuk akal) mengapa suatu instruksi diberikan, karena mereka tidak suka patuh pada hal-hal yang dianggapnya mengada-ada.
9. Jadikan diri sebagai mitra dalam membesarkan mereka.
Apa yang harus dilakukan guru?
1. Jadilah pendengar yang baik.
2. Gunakan pernyataan positif.
3. Sediakan waktu untuk berdiskusi dengan anak.
4. Saling berbagi perasaan guru dan anak.
5. Ciptakan suasa kekeluargaan dalam kelas dengan aturan kelas yang dibuat bersama.
6. Menetapkan konsekuensi berdasarkan penyebab masalah.
Intinya, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa, meski ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Menurut Tubagus, ketidakpahaman menangani anak indigo akan berdampak penderitaan sang anak. Pernyataan Tubagus diamini Rosini, indigo dewasa sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran,” kata Rosini. Menurut dia, tugas kitalah sebagai orang dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dengan spiritualnya seimbang.
FENOMENA ANAK INDIGO
Banyak anak-anak istimewa lahir di milenium baru ini dengan berbagai kelebihan supranatural. Mereka kebanyakan mempunyai kepekaan indera keenam, melebihi anak seusianya. Anak indigo, demikian mereka biasa disebut, ternyata mempunyai misi khusus di dunia ini. Apakah anak indigo itu dan misi yang mereka emban ?
Beberapa waktu yang lalu, beberapa media massa ibu kota mengulas habis seorang anak “sakti”. Gadis cilik bernama Annisa itu sangat mengagumkan dalam menunjukkan kelebihan olah bathinnya. Bocah berusia 5 tahun tersebut begitu luar biasa menguasai bahasa asing seperti Inggris, Arab, atau Belanda. Padahal secara informal orang tuanya tidak pernah mengajarkan bahasa-bahasa tersebut. Bahkan kecerdasan anak ini di atas rata-rata anak seusianya. Akibat kelebihan yang satu ini, membuat Annisa tidak bisa sekolah secara formal seperti kebanyakan anak. Kecerdasannya yang melebihi teman sekelasnya, membuat dia tidak betah belajar di kelas.
Secara spiritual, Annisa juga mempunyai kelebihan. Dia sanggup menyembuhkan berbagai penyakit. Setiap hari ada saja orang datang untuk minta pertolongan. Jangan heran jika kemudian dia menjadi instruktur sebuah klub meditasi. Malam-malam si kecil ini juga selalu dilewatkan dengan ritual meditasi. Rata-rata Annisa baru tidur pukul 02.00 dini hari, setelah meditasi yang panjang. Dengan olah bathinnya tersebut, Annisa mampu mendeteksi hawa jahat di udara. Di mana ada hantu atau kekuatan jahat lainnya, Annisa sanggup melihatnya.
TAHAPAN ZAMAN
Annisa hanya satu contoh saja. Ada banyak anak-anak demikian yang saat ini telah terlahir. Anak-anak dengan kemampuan seperti Annisa bukan hal yang baru di dunia tetapi fenomenanya semakin jelas 20 tahun terakhir ini. Beberapa film mengisahkan kemampuan anak dan manusia dewasa dengan kemampuan semacam itu, diantaranya “The Sixth Sense” dan film-film seri seperti “The X – Files”. Bahkan menurut dr. Tubagus Erwin Kusuma Sp KJ dari klinik Prorevital, fenomena anak dengan kepekaan indera keenam sangat wajar saat ini. Ada satu istilah
untuk menyebut anak-anak ini yaitu anak indigo (indigo children).
Mengawali penjelasannya, dr. Erwin menerangkan, nama indigo diambil dari bahasa Spanyol. Indigo adalah warna keenam dari warna pelangi, campuran biru dan merah tua. Lantas mengapa dinamakan anak indigo ? “Penamaan berdasarkan warna ini diurutkan sesuai dengan perkembangan manusia. Seperti spektrum warna pelangi, perkembangan manusia juga ditandai dengan satu oktaf warna. Dimulai dari masa merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, indigo (nila) dan putih.” Urai dr. Erwin.
Warna-warna tersebut mewakili cakra-cakra yang terdapat dalam tubuh eterik manusia. Cakra ini semacam corong energi yang letaknya di seluruh bagian tubuh, dari tubuh bagian bawah sampai kepala. Cakra berwarna merah berada paling bawah dan cakra berwarna putih di bagian paling atas atau ubun ubun kepala. Cakra ini berfungsi untuk menyerap energi dari luar atau memancarkan energi dari dalam tubuh.
Pada awal perkembangan manusia, cakra yang paling aktif adalah cakra berwarna merah. Pada jaman cakra merah manusia sangat aktif, manusia masih hidup nomaden di gua-gua, makan dari daging binatang buruannya tanpa dimasak dan sebagainya. Kebutuhan dasar manusia pada jaman tersebut hanya seputar survival saja. Manusia masih hidup mengandalkan insting dasar mereka. Pada masa inilah awal diketemukannya api.
Perkembangan selanjutnya cakra tubuh manusia mulai aktif di sekitar cakra berwarna kuning. Cakra ini terletak di bagian perut. Manusia mulai menyadari arti penting dari movement. Kadang mereka harus bergerak dari kampung suku yang lama membuat kampung suku yang baru. Dalam kebutuhan bergerak ini kadang mereka harus membawa barang yang tidak sedikit. Jaman-jaman mereka melakukan eksodus disebut jaman kuning. Dalam jaman ini perkembangan teknologi sederhana seperti roda mulai ditemukan, namun kecerdasan manusia belum mengalami kemajuan berarti.
Lepas dari jaman kuning, manusia mulai memasuki masa biru. Cakra berwarna biru yang terletak di tubuh bagian atas (antara leher dan dada) lebih dominan. Manusia yang lahir pada jaman biru mempunyai kelebihan pemikiran. Orang sudah mulai menggunakan nalarnya. Pada masa biru, ilmu dan teknologi berkembang luar biasa. Bahkan boleh dibilang jaman ini adalah jaman revolusi teknologi. Mesin-mesin mulai bermunculan. Bola lampu, listrik atau penemuan besar yang menjadi awal peradaban modern dunia dimulai pada masa biru. Masa ini juga ditandai dengan lahirnya para ilmuwan semacam Einstein, Thomas Alfa Edison, James Watt, dsbnya.
Lepas jaman teknologi atau masa biru, manusia mulai memasuki jaman spiritual. Jika sebelumnya manusia hanya berkutat seputar fisik dan otak, kini manusia mulai masuk jaman yang menuntut sesuatu yang abstrak. Spiritual manusia mulai diasah. Cakra manusia mulai bergeser ke atas, tepatnya di dahi. Di sinilah terletak cakra keenam manusia yaitu cakra yang berwarna indigo. Warna indigo ini adalah percampuran warna biru dengan merah. “Di atas satu oktaf cakra manusia masih ada satu oktaf lagi. Di atas warna ungu, orang sering sebut ultra ungu.
Gabungan warna biru dengan merah dari oktaf warna atas inilah muncul warna nila atau indigo, ” jelas dr. Erwin.
ANAK-ANAK ISTIMEWA
Sesuai dengan perkembangan manusia sejak awal penciptaan, kelahiran anak indigo memang sudah menjadi sebuah kepastian. Ketika memasuki tahun 2000 di kalender masehi, kita memasuki milenium baru. Namun dari sudut perkembangan manusia, tahun 2000 menjadi titik tolak memasuki new age, jaman baru. Jaman yang disebut jaman spiritual atau jaman indigo. Para psikolog yang mendalami fenomena anak-anak indigo seperti dr. erwin menyebut milenium ini sebagai milenium spiritual. Seperti halnya pada jaman biru yang ditandai dengan kelahiran anak-anak berotak cemerlang, milenium spiritual juga ditandai dengan kelahiran anak-anak yang mempunyai kelebihan spiritual. Anak-anak yang baru lahir ini mempunyai cakra dominan warna indigo. Sebutan anak indigo diberikan oleh Nancy Ann Tappe, seorang psikolog yang mendalami anak-anak demikian ini.
Karena cakra yang dominan pada bagian dahi, jika cakra tersebut divisualkan, seolah anak indigo mempunyai mata ketiga. Namun pada realitas spiritual, anak indigo memang mempunyai mata ketiga. Dengan mata ketiga atau mata spiritual ini, anak indigo sering kali disebut orang awam sebagai anak sakti. Mereka sanggup melihat masa lalu bahkan masa depan. Dengan kemampuannya, mereka dapat melihat mahluk atau barang yang tak kasat mata seperti ruh misalnya. Dalam istilah ilmiah mereka mempunyai ESP (Extra Sensory Perception), yang dalam bahasa sehari-hari kita sebut indera ke-enam.
Meski secara fisik anak indigo tidak berbeda dengan bocah-bocah lainnya, namun secara spiritual ruh mereka telah mengalami kematangan. Tidak heran jika mereka ini kedapatan sangat bijak. Kadang berbicara seperti orang tua dengan hikmat luar biasa. Menasehati orang yang lebih tua dengan kata-kata bijak yang tidak mungkin diucapkan oleh bocah seusianya. Bahkan orang tuanya sekalipun kalah bijak dengan anak indigo ini. Lalu kenapa ada anak terlahir dengan kematangan spiritual melebihi orang awam ? Semua bertolak dari proses reinkarnasi. Para psikolog yang mendalami masalah indigo percaya, proses reinkarnasi benar-benar ada. Anak-anak indigo ini adalah adalah ruh yang telah berkali-kali mengalami inkarnasi. Lewat
proses inkarnasi yang berulang inilah ruh-ruh mereka belajar dan mengalami penuaan jiwa (old soul). Tidak heran jika kemudian anak-anak dengan old soul ini sanggup melihat masa lalunya sendiri atau kehidupan past life orang lain. Dr. Erwin mencontohkan, seorang anak indigo telah melihat masa lalunya sebagai orang Amerika yang dahulu meninggal karena pesawatnya jatuh.
EVOLUSI SPIRITUAL
Terlepas dari segala kelebihan anak – anak indigo, mereka diyakini datang ke planet ini dengan membawa misi. Seperti halnya para ilmuwan di jaman biru yang merobah dunia dengan teknologi, anak indigo akan merombak dunia dengan terlebih dahulu menata spiritual manusia. Seperti diketahui, dalam kehidupan beragama setiap umat mempunyai dimensi spiritual yang dirayakan dengan cara-cara yang disebut ritual. Ada kalanya ritual ini malah bertentangan dengan esensi / hakekat spiritual itu sendiri seperti cinta kasih, perdamaian, kejujuran, tolong menolong, dll. Kadang dalam ritual agama, ada pandangan yang menghalalkan darah dari kelompok lain, mengkafirkan orang lain, mengorbankan darah, berperang atas nama agama, dll. Di sinilah peran anak-anak indigo untuk membereskan semua ini. Tatanan yang tidak sesuai dengan esensi spiritual akan dirombak sampai akhirnya muncul masa kedamaian.
Sebelum masa milenium spiritual dimulai, sebenarnya sudah lahir anak-anak indigo. Namun jumlahnya tidak sebanyak sekarang. Mereka saat ini berumur 30-an tahun dan sering disebut “van guard” (pendahulu). Layaknya sebuah pasukan, van guard ini menjadi intel. Mereka membaca keadaan dunia sebelum akhirnya lahir anak-anak indigo dalam jumlah yang banyak di berbagai belahan bumi. Anak-anak indigo ini menjadi pasukan “penyerang”. Dengan kematangan spiritual yang dimiliki, meerka merombak tatanan sosial yang rusak. Perilaku umat manusia
yang mengabaikan sifat-sifat mulia Sang Pencipta perlahan-lahan akan dikikis habis. Pekerjaan anak indigo ini akan berakhir dengan munculnya kedamaian di seluruh bumi. Namun proses perkembangan jaman belum usai. Anak-anak indigo hanya mempersiapkan jalan bagi munculnya era berikutnya. Setelah keberhasilan “pasukan penyerang” ini, muncullah anak-anak kristal (Crystal Children).
Anak kristal menjadi semacam “pasukan pendudukan”. Mereka mempunyai kelebihan layaknya indigo children namun tidak mempunyai daya untuk melawan. Tugas mereka adalah menjaga perdamaian dan membangun segala sesuatu yang rusak akibat pertempuran anak indigo dengan tatanan dunia lama. Dalam usianya yang masih aangat belia, anak kristal bijak laksana pandita. Tidak ada kata-kata kasar, makian, umpatan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mempunyai kemampuan membangun. Seperti van guard indigo, anak-anak kristal juga mempunyai van guardnya sendiri. Menurut dr. Erwin, seorang anak kristal telah terlahir di China dari seorang ibu yang terjangkit HIV/AIDS. Ajaibnya dalam usia 6 bulan, virus HIV yang menjangkiti anak kristal ini hilang dengan sendirinya.
Ada 4 tipe anak indigo dengan kelebihan masing-masing. Tipe pertama adalah tipe interdimensional yakni anak indigo yang memiliki ketajaman indera keenam. Ada pula tipe artis. Anak indigo dari tipe ini amat menonjol di bidang seni dan sastra. Lalu tipe humanis yang mempunyai kelebihan untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Biasanya mereka menggunakan kemampuannya untuk menolong orang lain. Tipe terakhir adalah tipe konseptual. Mereka amat menonjol dalam merancang suatu program. Misalnya dalam rangka menyelamatkan perusahaan yang akan bangkrut atau membuat usaha baru yang booming dan mandatangkan keuntungan finansial bagi banyak orang.
BISA DILATIH
Tapi apakah kemampuan spiritual anak indigo bisa dipelajari ? Khusus untuk kemampuan indra keenam mereka, dr. Erwin memastikan bisa. Menurutnya manusia diciptakan dalam 3 bagian. Pertama diciptakan dalam bentuk ruh yang menjadi dasar kehidupan manusia. Lalu ruh ini dibuatkan solar body (tubuh matahari). Disebut tubuh matahari karena memang terbuat dari energi cahaya matahari. Tubuh matahari inilah yang sebut tubuh cahaya, tubuh eterik atau tubuh halus, karena tidak terlihat oleh mata biasa. Tubuh halus ini kemudian divisualkan
dengan tubuh kasar manusia.
Dengan menggunakan kemampuan tubuh halus, manusia bisa memperoleh indera keenam. Dengan latihan khusus, anak biasa pun bisa memancarkan aura indigo. Disinilah kelebihan anak indigo. Mereka secara otomatis memancarkan aura indigo sejak lahir. Inti latihan kepekaan tubuh halus ini selalu bermuara pada relaksasi, mengistirahatkan tubuh kasar kita. Bisa dengan yoga, meditasi atau kegiatan sejenis. Dalam kegiatan ini sebenarnya kita berlatih untuk mengenal diri sendiri dan Sang Pencipta secara spiritual, tanpa terbelenggu oleh ritual tertentu. Namun anda jangan berharap kesaktian lebih dari latihan semacam ini karena kepekaan indera keenam seseorang tidak sama dengan orang lain. Ada yg peka sampai bisa melihat, mendengar, ada yg bisa meraba atau berkomunikasi melalui tulisan.
Pada anak kecil yang non indigo, sebenarnya mereka pun mempunyai kepekaan indera keenam. Namun kepekaan ini berkurang seiring dengan penggunaan otak kiri yang mulai intens, biasanya pada saat masuk sekolah. Sekolah-sekolah di Indonesia mengikuti pelajaran ala Barat. Dari awal masuk sekolah sudah diajari olahraga (otot) dan matematika (otak). Padahal sistem pendidikan kita dulu berbeda dengan mereka. Dahulu selain otot dan otak juga diajari kata-kata mutiara dan samadhi (relaksasi, mengistirahatkan otot dan otak). Tujuannya tetap menjaga kepekaan indera keenam. Itulah sebabnya kadang kala ada dukun yang memanfaatkan anak kecil untuk mendeteksi letak mahluk halus atau melihat perbuatan seseorang di masa lampau lewat ritual yang dilakukan si dukun.

AURA VIDEO CAMERA
Digital Aura Imaging Photography System
Aura Video Camera
Aura Video Camera screenshot
The Aura Video Camera system shows your aura on a PC monitor. You see your head and shoulders surrounded by your aura which fluctuates in colour, size and intensity depending on your reactions to what is happening at the time. It also portrays your personal characteristics.
The Aura Video Camera is an excellent tool for monitoring changes in your aura when using crystals, remedies, having healing, or accessing different states such as meditation or linking to Spirit. Examples of how you could use the Aura Video Camera are below:
AURA ANALYSIS
- Determine your client’s personality profile and emotional-energetic well-being.
- Find the “right” product or treatment at the beginning of your session
PRODUCT AND SERVICE TESTING
- Test the Effects of your Products and Services and see real-time changes onscreen
AURA PERSONALITY REPORT
- Print out an Aura Image and 12 page Report.
BEFORE AND AFTER PICTURES
- Show the results of your Treatments, Services and Products
- Validate the healing effect of your work (Energy Medicine Therapies, Reiki, Aromatherapy, etc.)
- Show the effects of healing on the healer
Hand Sensor for moving aura images This is an easy system to use. Put your hand on the sensor, open the program and position yourself so your head and shoulders are in the centre of the image. Then you can just watch your aura fluctuate or freeze the image to do a printout.
You can freeze and print the screen image with a brief colour analysis on glossy or plain paper,from postcard size upwards. You can also print a 12-page personal report giving an aura colour analysis. This longer report will also show a full-body image with your aura and chakras superimposed on a stylised silhouette. You can add your own information and recommendations to the printout if required.
Aura report front page
AURA PHOTO
Aura Video Camera face for printout
BLUE GREEN social, communicative, heartful
The Aura Report is available in 10 languages: English, Spanish, Portuguese, French, German, Lithuanian, Polish, Japanese, Chinese, Italian.
Other languages will be available soon.
The DIGITAL AURA VIDEO CAMERA can be installed to any Desktop or Laptop Computer. The minimum PC requirements are: P III processor, CD-ROM drive, min. 128 MB RAM, 3 GB free HD Space, free Serial (DB9) Port, free USB Port, Windows 95/98/Me (not Windows 2000), MS Word 2000.
The DIGITAL AURA VIDEO CAMERA PACKAGE includes the hand sensor, digital web camera, software, manual, colour analysis guide book, multimedia training package on CD-ROM, 1 year warranty.
We can supply you with the Aura Video Camera software pre-loaded onto a PC if you would prefer to buy it as an All in One package.
We offer training on our premises and a 30-day hotline service, after which there is ongoing support in office hours.
If you would like us to contact you with prices and any other information, please click the picture below.
Vincent Liong (Indigo Guys) vs Andy F Noya (Kick Andy)
Pada bulan Juli tahun 2004 Vincent Liong pernah mengalami sengketa dengan pihak Metro TV mengenai cara interview dan penayangan program bertema Indigo yang dibahas dalam beberapa email:
* Subject: (Help me please) Shit Happen! In my Interview Today
At:
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2926
* Subject: Metro TV Menghargai Objek Wawancara Psikologis sebagai Individu Pesakitan.
At:
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/2938
Pada hari Selasa, 13 Februari 2007 Vincent Liong dishooting oleh Metro TV untuk membahas tentang latar belakang Vincent Liong sebagai anak Indigo dan membahas Kompatiologi. Vincent Liong sudah mewanti-wanti pihak Kick Andy untuk tidak ngawur dalam menyudutkan pihak yang dijadikan korban dalam acara karena saya dan Metro TV pernah konflik secara tertulis soal kasus seperti ini.
Shooting berlangsung dengan pembagian waktu sbb:
Scene 1: Ario Handyojati anak Indigo dengan Orangtua.
Scene 2: Latar belakang Pribadi & sudutpandang Vincent Liong.
Scene 3: SOP Project Kompatiologi.
Scene 4: Sudut pandang Psikiater Dr. Tb Erwin Kusuma.
Scene 5: Sudut pandang Paranormal Mama Laurent.
Masing-masing scene berdurasi 9 menit. Durasi shooting 45 menit + iklan 15 menit (yang diletakkan antara scene yang satu ke scene selanjutnya) . Durasi tayang 60 menit.
Ketika penayangan, bagian tanya jawab antara Andy dengan Vincent Liong dipotong (jawaban saya) secara kasar lebih dari setengahnya, Andy juga tampak tidak menguasai acara, sehingga tidak ada yang bisa terjelaskan soal kompatiologi (yang tujuan saya untuk membuka realitas bahwa Indigo itu bisa diproduksi / dimanipulasi dengan mudah), yang dimunculkan kesan
anehnya saja, karena hanya menjadi hanya kurang dari 9 menit. Untungnya Vincent Liong masih dapat menyelipkan sebagian kecil diantara point-point sbb misalnya:
“Kalau kita berbicara seorang nabi maka kita berbicara tentang sesuatu yang sifatnya past tense (masa lampau) tentang seseorang yang telah melakukan sesuatu yang kongkrit bagi masyarakat, itu pun masih disebut sebagai bidang non logika alias metafisika dan agama.
Dalam pembahasan Indigo ini kita melihat orang-orang dengan gelar, jabatan, berijasahkan sebagai kaum berpendidikan yang dianggap logis tetapi berbicara tentang masa depan seorang anak kecil yang biasanya berumur kurang dari sepuluh tahun (Dalam acara Kick Andy menggunakan anak SMP yaitu si Jati) bahwa di masa depan (beberapa puluh tahun ke depan) yang sifatnya future tense akan menjadi penuntun jaman tanpa ada hal kongkrit tentang tindakan si anak terhadap masyarakat yang bersifat past tense. Para ahli bergelar, jabatan
dan berijasah (Psikiater & Psikologi) ini tidak memperhitungkan bagaimana keluguan masyarakat
Indonesia ini yang langsung mengurutkan begitu saja bahwa sesuatu yang bergelar, ijasah, dlsb berarti logis (dapat dilogikakan) sehingga efek samping ke anak Indigo adalah setelah dipropagandakan sebagai anak indigo memang senang sesaat, tetapi setelah sadar maka akan memaksa si anak kabur menyepi dari semua orang (orangtua, teman, masyarakat) biasanya mulai 3 bulan sampai setengah tahun setelah shooting, karena tidak ada plihan bebas lagi sebagai anak kecil, tidak ada lagi pilihan mau jadi apa di masa depan kecuali menjadi penyelamat yang harus menolong orang lain dengan mengabaikan faktor pribadi diri sendiri atau dianggap messias gagal, atau indigo banci/cacat.
Dimanakah tanggungjawab ilmiah kaum bergelar dan berijasah tsb terhadap kepercayaan masyarakat?”
Saya buka rahasia soal si Jati, yang dijadikan tontonan oleh pihak Metro TV yaitu si Jati adalah
hasil manipulasi dari Psikiatri Dr. Erwin. Kemampuan menulis sesuatu yang dianggap mirip tulisan Cina tetapi tidak dapat diartikan adalah hasil ajaran Dr.Erwin yang namanya Hipnografi. Caranya adalah dengan memegang pensil dan berusaha menurunkan kesadaran hingga tangan jadi bergerak sendiri tidak beraturan.
Business Labeling Ketidaknormalan Anak memang Menguntungkan karena memanipulasinya tidak sulit. Tetapi dimanakah hati nurani anda?! Bagaimanakah nasib anak-anak korban dari business anda selanjutnya? Ini saya tanyakan kepada Andy F Noya dan Metro TV…
bagi yang mau menonton ulang, silahkan ditonton program Kick Andy di Metro TV tanggal 11 Maret 2007 jam 15.05. Silahkan lihat bagian mana yg dipotong secara kasar. (Vincent Liong)
Saya menonton tayangan ulangnya, dan memang terkesan banyak adegan yang jelas dipotong. entah apakah ini memang karena keterbatasan waktu… tetapi point yang Anda sampaikan bagus, Vincent. bahwa ketika seorang anak sudah ‘dikondisikan’ untuk menjadi ’sesuatu’, seringkali kita tidak memikirkan beban berat yang harus diemban oleh anak yang bersangkutan…

Annisa Rania Putri tergolong anak ajaib. Bocah berusia sembilan tahun itu menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea dan Belanda tanpa belajar secara formal. Kemampuannya itu datang tiba-tiba.
Bahkan dia juga mampu melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Dia bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit dan melatih meditasi orang-orang dewasa.
Jika selama ini dia hanya menyebarkan ilmunya itu lewat ceramah-ceramah dan kuliah, Annisa kini mulai menjangkau lebih banyak orang melalui sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya. Buku itu berjudul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.
Malam kemarin, ditemani ayah-ibunya, Annisa berbagi cerita tentang buku yang diluncurkan di Jakarta 29 Agustus lalu.
"Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan," tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.
Perihal bahasa ini, orangtua Annisa, pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo, beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.
"Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar ‘kenapa kok orangtua saya bodoh begini’," tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta, 5 Juli 1999.
Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak. Bah kan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.
Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Dia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.
Semua isi buku itu berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.
"Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’, tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan ‘pesan alam’ itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu," kata Yenni.
Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.
Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di Jakarta. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. "Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Dia kemudian tak mau sekolah," ucap Yenni.
Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris.
Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang ‘kembang’ dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

*Kuasai Bahasa Korea, Arab, Belanda, dan Inggris*
Bocah Makassar Bikin Heboh Jakarta
BAGI bocah berusia enam tahun, apa yang diperlihatkan Annisa Rania
Putri, sungguh sulit diterima akal sehat. Coba tengok kelebihan bocah
perempuan kelahiran Makassar 5 Juli 1999 itu.
Ia bisa memahami dengan bahasa Korea, Arab, Belanda, dan Inggris. Di
mana-mana, ia selalu menggunakan bahasa Inggris. Hari Selasa (17/10)
malam, Annisa kembali bikin heboh ratusan warga Jakarta di Padepokan
Toha di Jl Suryo, Kebayoran Baru.
Bocah itu berceramah menggunakan bahasa Inggris di depan anggota
pengajian padepokan Toha. Dalam ceramahnya, putri dari anggota TNIAD
berpangkat kolonel itu bercerita soal makna berpuasa. Menurut Annisa,
puasa penting bagi semua orang. Sebab, puasa akan menimbulkan energi
cinta. Oleh karena itu, manusia butuh berpuasa karena dengan berpuasa
energi itu akan memuncak.
Dengan energi itu pula akan tercipta sebuah kedamaian, perhatian kepada
keluarga dan perhatian kepada sesama insan manusia. "Dengan puasa kita
bisa membuang energi negatif dan menumbuhkan energi positif yakni
energi
cinta," kata Annisa dalam bahasa Inggris.
Dalam gaya kekanak-kanakan, Annisa menyampaikan pesan-pesannya.
Katanya,
setiap orang harus berusaha untuk tidak berbohong. Bagi yang suka
bohong, cobalah berusaha jujur. Itu bisa dimulai sambil berpuasa.
"Jangan membiasakan diri berdusta, sebab jika sudah sekali berdusta
maka
sampai tua akan tetap berdusta," katanya.
Untuk menciptakan energi cinta, kata Annisa, bisa dimulai pada
lingkungan keluarga kecil. Setelah itu bisa dikembangkan pada
lingkungan
keluarga besar dan akhirnya dengan sesama umat manusia.
*Bencana*
Dalam sesi tanya jawab, seorang penanya sempat menanyakan kondisi
Indonesia yang penuh dengan bencana. Annisa dengan lantang menjawab,
bencana yang menimpa Indonesia masih akan terus berlanjut.
"Saya melihat itu," katanya. Lalu dia meneruskan, "Saya tidak akan
menceritakan bencana apa yang akan terjadi di kemudian hari. Sebab
kalau
saya ceritakan akan menimbulkan kegelisahan dan pikiran-pikiran buruk
dari orang-orang.
Nah pikiran buruk itulah yang justru akan menimbulkan bencana-bencana
baru," ujar Annisa. Dalam pesannya, bocah ajaib yang bisa merancang
rumah, mengoperasikan komputer, dan menyanyi, itu mengajak semua umat
manusia untuk berdamai.
Bagi umat Muslim, dengan berpuasa selama sebulan penuh akan
mendatangkan
pahala. Jadikanlah puasa bermakna bagi diri sendiri, keluarga,
tetangga,
dan bangsa ini. Sejumlah pengunjung yang hadir di padepokan tampak
terpesona. Perasaan heran dan kagum meliputi benak mereka. Pertanyaan
pun mengalir bagai air dan semua bisa dijawab dengan baik dan lancar
oleh Annisa.
Meski menggunakan penerjemah karena Annisa hanya menjawab dengan bahasa
Inggris, namun suasana pertemuan itu tetap hangat. Acara yang dimulai
selepas pukul 20.00 ini diikuti oleh ratusan orang yang sengaja datang
dari berbagai tempat di Jakarta. Deretan mobil mewah diparkir di
sepanjang Jl Suryo dan sempat memacetkan jalan yang diberlakukan satu
arah itu.
*Kelebihan Annisa*
Annisa memang memiliki kemampuan melebihi orang dewasa. Dia adalah anak
tunggal Ny Yeni dan dari ayah seorang anggota TNI- AD. Meski bocah
tetapi Annisa benar-benar "dewasa". Perilakunya sama sekali tidak
menunjukkan anak seumurnya. Kelebihan anak ini adalah bisa merancang
rumah. Kalau diadakan penelitian, Annisa mungkin bisa dikatagorikan
sebagai arsitek terkecil di dunia.
Sebagai bukti kemahirannya merancang bangunan, rumah bertingkat empat
di
Jl Janur Hijau, Kelapa Gading, Jakarta. Kelebihan lain dari Annisa
adalah mampu menginstal komputer sendiri. Menurut Ny Yenni, keajaiban
Annisa mulai terlihat sekitar medio Oktober 2002 lalu.
Ia melihat bunga besar yang ada di dekat dinding tembok rumahnya
padahal
sang ibu tidak melihat apapun. Hal lainnya, ia tidak menyebut ibu
kepada
Laksmi melainkan hanya sebutan biasa saja. "Saya lebih tua dari Yenni
(nama ibunya)," kata Annisa. Menurut Yenni, sang ibu, tidak ada
keistimewaan saat Annisa dilahirkan.
Hanya saja, ia terpaksa menjalani operasi caesar karena usianya saat
itu
35 tahun. Menurut sejumlah pakar, kemampuan Annisa ini digolongkan
sebagai anak indigo yaitu secara fisik masih anak-anak namun batinnya
tua (old soul). (wid/tb)

Annisa Mendadak Bicara dalam Bahasa Inggris
SURYA
Annisa Bocah Ajaib
/
Jumat, 12 September 2008 | 11:03 WIB
SURABAYA - Setelah selama ini hanya menyebarkan ilmunya lewat ceramah-ceramah dan kuliah Annisa Rania Putri kini mulai menjangkau lebih banyak orang. Bocah ajaib berusia 9 tahun itu menerbitkan sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya selama ini yang diberi judul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.
Rabu (10/9) malam, ditemani ayah-ibunya, Annisa mampir ke kantor Surya untuk berbagi cerita tentang bukunya (yang baru diluncurkan di Jakarta 29 Agustus) sekaligus melakukan tanya jawab dengan awak redaksi Surya yang penasaran dengan kelebihan Annisa.
Bocah yang menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea, dan Belanda tanpa belajar secara formal itu memang memiliki daya linuwih, kemampuan supranatural. Ia bisa melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Ia bisa menjangka masa depan, menyembuhkan orang sakit, dan melatih meditasi orang-orang dewasa.
Bahkan, saat berusia 6 tahun, Annisa sudah merancang arsitektur sebuah bangunan megah berlantai empat di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.
"Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan," tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.
Perihal bahasa ini, orangtua Annisa (pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo) beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.
"Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar 'kenapa kok orangtua saya bodoh begini'," tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta pada 5 Juli 1999.
Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak, apalagi anak seusianya. Bahkan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.
Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Ia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.
Semua isi buku itu berasal dari 'pesan-pesan alam' yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.
"Kalau sedang mendapat 'pesan alam', tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan 'pesan alam' itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu. Hurufnya tak bisa dipahami orang lain kecuali ia sendiri," kata Yenni.
Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.
Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di ibu kota. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. "Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Ia kemudian tak mau sekolah," ucap Yenni.
Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris. Tentu orangtuanya bingung karena bahasa Inggris bukanlah bahasa sehari-hari mereka.
Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang "kembang" dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.
Saat ditanya Surya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara (lawyer). Terakhir, ketika agak bergurau Surya bertanya apakah kantor Surya "bersih", Annisa menjawab, "Yang ada makhluk putih, bukan hitam. Tidak apa-apa, mereka baik, pelindung."